Berikut Kegiatan Permainan Anak 2 Tahun Sebagai Penentu Tumbuh Kembang



Kegiatan permainan anak 2 tahun perlu sering-sering dilakukan karena dapat melatih kreativitas, imajinasi, dan ketrampilan lain yang menunjang tumbuh kembang anak. 

Bermain merupakan aktivitas penting pada anak-anak, itu sebabnya perlu kehati-hatian dalam memilih bermacam ide permainan anak 2 tahun.


Mengapa Perlu Memilih Permainan untuk Anak Umur 2 Tahun?

Memilih permainan untuk anak 2 tahun tidak bisa sembarangan, sebab saat berumur 2 tahun, anak berada pada masa golden age yang sangat mempengaruhi  masa depannya nanti. Ketika beranjak 2 tahun biasanya anak mulai aktif bergerak ke sana ke mari dan eksplorasi berbagai benda di sekitarnya.


Seperti Apa Ragam Kegiatan Permainan untuk Anak 2 Tahun?


1 - Bermain sendiri (solitary play) 

Kegiatan bermain sendiri dilakukan oleh anak yang berusia amat muda yakni usia bayi sampai 2 tahun, pada tahap ini anak lebih bersifat individual yaitu sibuk dan asyik dalam menikmati aktivitas kegiatan bermain sendiri, dan tidak tertarik untuk ikut serta dengan permainan temannya. 

Misal: anak bermain sendiri dengan menggunakan balok untuk membangun menara atau bermain mobil-mobilan. Tetapi seiring perkembangan anak hal ini akan mulai menurun di masa-masa selanjutnya. 

2 - Pengamat (onlooker play) 

Pengamat atau onlooker play artinya anak melakukan kegiatan bermain sendiri, tetapi ia juga mengamati anak-anak lain yang melakukan kegiatan bermain. 

Jika kita melihat anak-anak berkumpul bersama-sama, seolah-olah mereka sedang bermain bersama-sama dalam satu kelompok. Namun pada hakikatnya ternyata tidak, sebaliknya bersifat individual. 

Misal: anak berkumpul bersama-sama dalam bermain balok, tetapi pada hakikatnya mereka bermain sendiri-sendiri, tetapi sesekali mereka saling berkomentar, melihat serta berkomunikasi. 

3 - Bermain paralel (paralel play) 

Kegiatan permainan anak 2 tahun berikutnya adalah bermain paralel, artinya kegiatan bermain yang sama, dilakukan oleh dua anak atau lebih, tetapi tidak ada interaksi diantara mereka. 

Bisa jadi mereka memang posisinya berdampingan seolah bermain bersama, padahal mereka memainkan mainannya masing-masing

4 - Bermain asosiatif (assosiative play) 

Bermain asosiatif atau assosiative play artinya dalam kegiatan bermain anak ditandai dengan adanya interaksi diantara mereka yang sedang melakukan kegiatan bermain. Seperti saling bertukar alat-alat permainan yang mereka miliki, tetapi diantara anak-anak tersebut tidak terlibat dalam suatu kerjasama. 

Pada Taman Kanak-kanak hal ini terlihat ketika anak sedang bermain, dimana mereka dengan suka rela mau berbagi mainan kepada teman yang tidak punya mainan, meminjamkan mainan miliknya kepada teman, dan saling sepakat untuk bertukar mainan ketika mereka bosan dengan mainan yang sudah dimainkannya, dan sebagainya. 

Anak usia 2 tahun belum mempunyai kemampuan bersosialisasi dengan baik. Biasanya karena bermain dengan anak yang lebih besar atau didampingi orang tua mereka belajar untuk saling berinteraksi.

5 - Bermain bersama (cooperative play) 

Bermain bersama atau cooperative play artinya kegiatan bermain anak-anak ditandai dengan adanya kerjasama dan pembagian tugas serta pembagian peran diantara mereka. Pada kegiatan ini anak-anak terlibat dalam suatu permainan, untuk mencapai tujuan tertentu yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Penutup

Bermain bukan hanya memiliki fungsi besar dalam kehidupan anak dikemudian hari, tetapi ternyata juga memiliki manfaat bagi mereka kelak. 

Kegiatan permainan akan 2 tahun terlihat gembira, mengasyikkan, menyenangkan. 

Namun jika dilihat secara implisit mengandung pengertian rileks, santai, tidak harus berusaha mati-matian. Bermain adalah hal yang sangat alamiah bagi anak-anak, hampir seperti makan, minum dan tidur. Mereka merasakan melalui sentuhan, bergembira, tertawa, berteriak adalah bagian dari kehidupan anak-anak ketika mereka masuk dalam sebuah bingkai permainan. 

Artinya kegiatan permainan anak 2 tahun akan membantu anak menjadi individu yang lebih baik serta memiliki efek positif bagi perkembangan jiwa anak. 

Posting Komentar

0 Komentar