Berikut Ragam Permainan Anak Tradisional yang Mengasyikan



Permainan anak tradisional sekarang ini mulai jarang dimainkan. Kebanyakan anak Indonesia memilih permainan melalui gadget atau video sebagai permainan favorit. Padahal bermain permainan melalui gadget ini kerap menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mata. Selain itu anak menjadi kurang bersosialisasi dengan teman-teman sebaya.


Seperti Apa Keunggulan Permainan Tradisional?

Permainan tradisional merupakan jenis- jenis permainan masa ayah-ibu atau kakek-nenek kita yang konsepnya simpel, tanpa mesin yang rumit, baterai, ataupun koneksi internet seperti permainan modern. Permainan tradisional yang saat ini disebut permainan jadul umumnya dimainkan berkelompok ataupun minimal berpasangan. Perlengkapan yang digunakan sangat simpel dan murah meriah. Sedangkan cara memainkannya sering juga diiringi nyanyian khas.


Seperti Apa Saja Ragam Permainan Anak Tradisional yang Mengasyikan?

Permainan Anak Tradisional Bola Bekel

Permainan anak tradisional yang masih sering kita temui adalah bola bekel. Permainan ini telah ada sejak dulu. Untuk memainkannya permainan tradisional ini perlu ketrampilan dan konsentrasi, sebab memainkannya tidak semudah yang dibayangkan.

Perlengkapan yang harus disiapkan dahulu antara lain bola bekel, ada yang kecil terbuat dari karet atau besar memakai bola tenis bekas. Kemudian, ada 6 biji yang disebut bekel, terbuat dari logam yang diberi tanda, atau bisa juga memakai kerang kecil. Permainan ini terdiri dari berbagai tingkat kesulitan. Bagi pemula, ke-6 biji bekel tersebut disebar sambil memantulkan bola bekel. Kemudian, diambil satu sambil memantulkan bola, lalu diambil dua, tiga, dan seterusnya sampai seluruh biji bekel habis.

Selanjutnya bagi yang lebih mahir, sambil bola dipantulkan, biji bekel tersebut dibalik satu per satu sesuai tanda-tanda yang ada.


Permainan Tradisional Petak Umpet

Permainan anak tradisional berikutnya adalah petak umpet atau ucing sumput (bhs Sunda). Untuk memainkan ini harus mengumpulkan lebih dari 2 orang. Cara mainnya juga gampang, yaitu satu orang sebagai penjaga, kemudian pemain yang lain harus bersembunyi. Sehabis penjaga menghitung sampai 10, ia akan mencari para pemain lain yang bersembunyi.

Bila sang penjaga lengah, pemain lain harus lekas ke tempat penjaga tadi dan berteriak inglo. Bila telah ada yang sukses teriak dan sampai ke tempat penjaga, artinya ialah pemenangnya. Supaya bermain jadi lebih adil kita dapat memastikan siapa yang jadi penjaga dengan cara hompimpa.


Permainan Tradisional Congklak

Congklak telah diketahui nyaris di semua daerah di Indonesia. Congklak dimainkan memakai cangkang kerang yang juga disebut biji congklak dan papan congklak yang mempunyai 16 lubang. Permainan anak tradisional ini hanya dimainkan oleh 2 orang saja atau ada juga yang memainkan sendirian. Total totalitas biji congklak ada 98 buah yang nanti akan diisi pada lubang papan congklak.

Tentukan siapa yang akan jalur duluan dengan suit, yang menang akan mengambil seluruh biji pada satu lubang dan mengisi lubang papan satu persatu, dari kiri ke kanan. Sampai biji habis dan ambil lagi biji dari tempat terakhir menyimpan biji. Begitu seterusnya sampai ada yang mempunyai jumlah biji paling banyak, dan dialah yang menang.


Permainan Tradisional Gundu

Permainan anak tradisional berikutnya adalah kelereng atau gundu. Mungkin anak-anak saat ini tidak banyak mengetahui cara memainkan permainan ini. Kelereng ialah kaca bening yang bundar dan umumnya dimainkan oleh anak pria. Cara mainnya juga lumayan gampang, hanya dengan menyentil kelereng yang kita memiliki dengan sasaran mengenai kelereng lawan.

Bila seorang anak sukses mengenai kelereng lawan, maka kelereng miliknya jadi milik anak yang berhasil mengenai tetap sasaran tadi. Permainan ini akan mengasyikkan bila dimainkan ramai- ramai. Saat ini, memang sudah jarang anak- anak yang memainkan permainan tradisional ini. Di sisi lain penjual kelerang pun semakin jarang kita jumpai.


Penutup

Nah, itulah beberapa ulasan tentang beberapa permainan anak tradisional yang penting kita cermati dan ketahui bersama. Semoga dimasa-masa mendatang permainan anak tradisional ini tidak punah, tetapi tetapi dimainkan karena dapat melatih fisik dan rasa kebersamaan pada anak.


Posting Komentar

0 Komentar