Reseller Frozen Food, Langkah Menambah Penghasilan Keluarga dari Rumah



Reseller Frozen Food - Akhir-akhir ini di tengah kesibukan mengurus keluarga dan juga bekerja mencari nafkah, banyak ibu rumah tangga yang memutuskan membeli frozen food untuk lauk makan sehari-hari. Saat aktivitas memasak tiba-tiba terasa berat dan melelahkan, frozen food jadi penyelamat. Sering terjadi, anak-anak tiba-tiba merasa lapar dan minta makanan matang yang cepat saji, frozen food kembali jadi penyelamat. 

Tak jarang, frozen food menjadi andalan para orang tua saat anak-anak jenuh dengan menu yang itu-itu saja. Kecenderungan keluarga yang menyukai hidangan frozen food pun menumbuhkan ide bisnis rumahan membuat frozen food dan menawarkan reseller frozen food juga. 


Apa itu Reseller Frozen Food?

Reseller artinya dari kata bahasa Inggris secara harfiah artinya menjual kembali. Cara penjualan seperti ini seseorang membeli suatu produk tertentu kemudian menjual kembali ke komunitasnya tanpa memroduksi atau membuat produk sendiri.

Reseller dapat merujuk pada seseorang yang sudah punya merek atau sebuah perusahaan yang memang menawarkan reseller. 

Melalui sistem reseller ini, kalian tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk membeli peralatan produksi atau biaya-biaya operasional lainnya.

Sebagai reseller frozen food, tentunya seorang reseller harus faham produk-produk yang akan dijual bukan?

Saat kalian ingin menjadi reseller, ada beberapa hal yang dibutuhkan. Hal tersebut yaitu:

  • Niat dan keteguhan untuk memulai dan menjalankan
  • Modal, baik berupa materi (uang) maupun juga pengetahuan mengenai transaksi jual beli
  • Koneksi dengan relasi, supplier atau juga teman yang akan memudahkan Anda untuk menjalankan bisnis


Cara Kerja Reseller Frozen Food

Menentukan produk apa yang akan dijual. Pertama menentukan produk apa saja yang akan dijual, karena tidak semua jenis barang cocok untuk reseller.

  • Mempersiapkan modal, tempat, dan lemari pendingin
  • Bekerja sama dengan produsen atau supplier
  • Melakukan pemasaran atau penjualan
  • Membangun hubungan baik dengan konsumen


Definisi Tentang Frozen Food

Frozen food (makanan yang dibekukan) adalah proses mengawetkan produk makanan dengan cara mengubah hampir seluruh kandungan air dalam produk menjadi es. Keadaan beku menyebabkan aktivitas mikrobiologi dan enzim terhambat sehingga daya simpan produk menjadi panjang.

Makanan yang dibekukan, misalnya daging sapi beku dapat awet karena pembekuan menjaga makanan agar tidak busuk dan dimasak pada kesempatan lain.

Pembekuan makanan tersebut dapat mencegah perkembangbiakan mikroba pengurai, yaitu bakteri dan jamur. Ketahanan produk yang awet dan tenggat kadaluwarsa yang cukup lama, membuat frozen food ampuh untuk cadangan yang selalu tersedia di dapur. 

Pengemasan frozen food juga memegang peranan penting untuk mencegah mikroba mencemari produk makanan tersebut.

Selain itu untuk menjaga kesehatan masyarakat, BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) juga sangat memerhatikan masalah higiene produk. Sehingga perijinan untuk usaha rumahan frozen food cukup ketat agar terjamin sebagai produk yang layak dikonsumsi.


Jenis-jenis Frozen Food

Jenis makanan beku (frozen food) sangat banyak jenisnya, tetapi tentu saja ada produk-produk yang cukup populer.



Berikut beberapa contoh frozen food:

Sosis, tentunya tidak asing dengan makanan yang satu ini bukan yang terbuat dari daging sapi maupun ayam diolah dengan bumbu dalam bentuk panjang kecil. Praktis karena memang dapat ditambahkan dalam aneka tumisan yang kita buat maupun langsung digoreng sebagai lauk juga bisa.

Nugget, adapun juga nugget yang terbuat dari olahan daging ayam ditambah berbagai bumbu dan dibalut tepung roti. Bila disimpan dalam freezer maka akan membuat nugget ini tahan lebih lama. 

Bakso, bakso adalah makanan sejuta umat bagi masyarakat di Indonesia karena memang rasanya yang nikmat. Bisa juga dikombinasikan dengan beragam jenis menu makanan lain seperti diantaranya adalah capcay sampai dengan sop.

Siomay, varian siomay frozen food sangat praktis karena tinggal dikukus saja untuk mengkonsumsinya. Ada varian siomay yang dibuat dari daging ikan atau daging ayam, dipadukan dengan tepung serta bumbu-bumbu lain yang nikmat. Bagi vegetarian, sekarang juga dijual frozen siomay terbuat dari jamur.

Kentang, kentang goreng juga ada versi frozen food yang lebih mudah untuk digunakan. Kentang beku cocok bagi teman-teman yang punya bisnis rumah makan, ataupun digunakan untuk konsumsi sendiri. 

Ayam ungkep, sedangkan varian frozen food tradisional khas Indonesia juga ada ayam ungkep. Ayam ungkep merupakan ayam yang sudah direbus bersama dengan bumbu-bumbu sehingga nantinya siap untuk digoreng saja sebelum dihidangkan.

Dimsum, banyak juga masyarakat yang menggemari frozen food ini, apalagi untuk varian jenisnya juga cukup banyak. Sehingga tinggal disesuaikan dengan selera kita saja.

Sayuran, tak hanya daging dan ikan saja yang dibekukan, sayuran juga bisa dibekukan. Biasanya frozen food sayuran ini spesifik untuk wortel, buncis, edamame, jagung, kacang polong, hingga brokoli. 


Rencana Dan Teknik Pemasaran

Biasanya reseller baru akan membeli stok barang bila ada pesanan yang datang. Oleh sebab itu seringkali reseller juga mempunyai stok barang untuk produk-produk favorit. 

Di era digital seperti sekarang ini, berkat adanya marketplace dan media sosial, reseller sering juga berperan sebagai dropshipper.

Intinya reseller harus mengeluarkan modal dengan membeli produk langsung dari supplier, menyetok secara terbatas, dan menjualnya kembali.

Sebagai reseller frozen food yang perlu diperhatikan adalah kalian harus memerhatikan kesegaran produk dan lemari pendingin yang baik. Selain itu, walaupun produk makanan beku tetap saja ada masa kadaluwarsa.


Penutup

Nah, gimana teman-teman tertarik untuk menjadi reseller frozen food? Selain mendapatkan penghasilan dari selisih harga pembelian dari supplier yang dijual ke pemesan, teman-teman juga punya pemasok untuk pemakaian sendiri. 


Apa saja syarat menjadi reseller?

  • Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi reseller yang sukses.
  • Melakukan riset tren dan target market
  • Memilih supplier yang profesional
  • Memiliki product knowledge yang baik
  • Menentukan harga yang tepat
  • Memberikan pelayanan terbaik

Semoga bermanfaat.


Sumber:

  • https://komerce.id
  • https://tanihub.com

Posting Komentar

0 Komentar